PATI - Di tengah hiruk pikuk kehidupan pedesaan, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, bukan sekadar proyek pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, kegiatan ini telah menjelma menjadi jembatan kokoh yang menghubungkan hati antara aparat negara dan masyarakatnya. Kehadiran TNI dan Polri di tengah warga Winong kini terasa begitu akrab, membawa angin segar kedekatan dan rasa aman yang mendalam.
Pada Rabu, 29 April 2026, suasana di salah satu titik lokasi TMMD di Winong terasa berbeda. Sertu Susilo dari Satgas TMMD bersama Aiptu Darlan dari Polsek Winong tak sungkan turun langsung menyapa warga. Langkah mereka yang ringan dan senyum tulus yang terukir di wajah mereka, seolah memecah sekat formalitas yang kerap melekat pada aparatur negara.
Interaksi hangat ini tak luput dari perhatian warga. Ibu Fatimah (40) dan Ibu Sulasih (42), misalnya, mengungkapkan rasa sukacita mereka. Bagi mereka, kehadiran aparat yang tak hanya datang saat ada masalah, melainkan juga ikut serta dalam kegiatan sehari-hari dan pembangunan, memberikan kehangatan tersendiri.
"Kami merasa lebih dekat. Kalau TNI dan polisi sering turun begini, warga jadi lebih nyaman dan percaya. Rasanya seperti keluarga sendiri, " ujar Ibu Fatimah, dengan sorot mata penuh keyakinan.
Pandangan serupa diungkapkan Ibu Sulasih. Ia melihat TMMD jauh melampaui sekadar pembangunan infrastruktur desa. Baginya, program ini adalah penggerak semangat gotong royong dan penabur benih rasa aman di lingkungan masyarakat.
"Biasanya aparat itu terlihat formal, tapi sekarang beda. Mereka ramah, mau ngobrol, bahkan ikut membantu warga. Ini yang membuat masyarakat merasa diperhatikan, " tuturnya, mengapresiasi perubahan positif tersebut.
Sertu Susilo menjelaskan bahwa misi TMMD begitu luas, mencakup pembangunan desa secara fisik sekaligus menanamkan kesadaran kolektif tentang pentingnya kebersamaan, disiplin, dan menjaga harmoni sosial.
"Kami ingin masyarakat bukan hanya menerima hasil pembangunan, tapi juga ikut terlibat. Di situ letak edukasinya. Warga diajak gotong royong, diajak kompak, dan diajak sadar bahwa pembangunan itu milik bersama, " ungkapnya, menekankan esensi partisipasi aktif warga.
Sementara itu, Aiptu Darlan menambahkan bahwa keterlibatan Polri dalam TMMD merupakan wujud nyata pelayanan yang tulus kepada masyarakat. Ia meyakini, kedekatan antara aparat dan rakyat adalah fondasi tak tergantikan dalam menjaga stabilitas keamanan di setiap desa.
"Kalau sudah dekat, komunikasi mudah. Kalau ada masalah, warga tidak sungkan melapor. Ini penting untuk menciptakan situasi aman dan kondusif, " jelasnya, menggarisbawahi peran vital komunikasi dalam menjaga kamtibmas.
Melalui TMMD, sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat di Winong semakin menguat, menciptakan ikatan yang tak terputus. Warga pun berharap program mulia ini dapat terus bergulir, membawa tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga menebar edukasi, keakraban, dan rasa persaudaraan yang sesungguhnya di setiap sudut desa.
(Agung)

Updates.