PATI - Di bawah terik matahari yang tak kenal lelah di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Kamis (30/4/2026), semangat prajurit TNI dan warga setempat justru membara. Di tengah perjuangan membangun kembali rumah yang tak layak huni, ikatan kebersamaan menjadi bahan bakar utama yang menggerakkan setiap langkah, terutama dalam merenovasi hunian milik Dwi Andrianto, 48 tahun.
Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128, yang digagas oleh Kodim 0718/Pati, kembali membuktikan wajah otentik dari sinergi antara TNI dan masyarakat. Sejak fajar menyingsing hingga senja menjelang, anggota Satgas TMMD dan penduduk lokal bekerja bahu-membahu. Suara palu beradu dengan tawa riang, merajut harmoni di sela-sela kerja keras yang mereka jalani bersama. Perlahan, namun pasti, dinding-dinding yang sebelumnya rapuh kini mulai tegak berdiri, menjadi penanda awal sebuah rumah yang akan memberikan rasa aman dan martabat bagi penghuninya.

Dwi Andrianto, sang pemilik rumah, tak kuasa menahan haru melihat progres pembangunan yang begitu pesat. Dengan suara yang sedikit bergetar, ia menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam kepada para prajurit yang telah mencurahkan tenaga tanpa henti.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Setiap hari bapak-bapak TNI mendampingi kami bekerja dari pagi sampai sore. Ini sangat berarti bagi keluarga kami, ” ujarnya.
Kapten Inf Adik S., Komandan SSK TMMD Reguler ke-128, menegaskan bahwa keterlibatan prajurit dalam proyek kemanusiaan ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Baginya, TMMD lebih dari sekadar program pembangunan fisik; ia adalah jembatan untuk mempererat tali silaturahmi antara TNI dan rakyat.
“Melalui TMMD, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, membantu dan memastikan mereka mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Ini adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, ” jelasnya.
Semangat gotong royong yang begitu kental terasa di Desa Godo menjadi bukti nyata bahwa pembangunan bukan hanya tentang hasil akhir yang megah, melainkan juga tentang proses kebersamaan yang membangun. Setiap adukan semen yang dicampur dan setiap bata yang tersusun adalah representasi dari kepedulian mendalam serta harapan kolektif yang sedang dibangun bersama.
Program TMMD ke-128 ini diharapkan tidak hanya akan meninggalkan jejak bangunan yang kokoh, tetapi juga menyalakan kembali api optimisme bagi seluruh warga penerima manfaat. Dari rumah sederhana yang kini mulai terbentuk, tersimpan sebuah janji akan masa depan yang lebih cerah dan kehidupan yang lebih baik.
(Agung)
